Ekonomi Syari’ah, Sebuah Konsep Transformatif Atau Hanya Labelisasi?
Posted on 25. Feb, 2009 by PUSPeK Averroes in DISKUSI
Oleh. L. Riansyah
Asumsi Fukuyama bahwa kapitalisme dan demokrasi liberal sebagai akhir dari evolusi ideologi dunia mulai tergugat di negerinya sendiri. Meski determinisme yang diabadikan Fukuyama dalam The End Of Histori and The Last Man itu telah mendapat banyak kritikan dan antitesis oleh berbagai pakar ekonomi dunia, namun secara faktual kemenangan dan kokohnya kapitalisme dan pasar bebas seakan tak dapat terbantahkan secara faktual. Namun belakangan, saat pailitya Lehman Broters, mitos akan kesaktian liberalisme pasar mulai diragukan. Terlebih gara-gara bangkrutnya Bank Investasi memiliki asset lebih dari 125 miliar dolar AS Bush seakan mengkhianati prinsip liberasi ekonomi dengan melakukan dana talangan (proeksi. Tak berlebihan jika kemudaian Akhmad Khuseini menyindir bahwa Liberasi ekonmi telah mati (Antara News).
Saatnya Partai Berasaskan Islam Mengubah Visinya
Posted on 18. Nov, 2008 by PUSPeK Averroes in DISKUSI
Dari tahun ke tahun, keberadaan partai Islam semakin menjamur akan tetapi perolehan suaranya tetap. Bahkan bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan tahun 1955. Hal ini disebabkan oleh kanibalisme dan eksklusivisme yang menggurita di dalam partai-partai Islam. (more…)
Frantz Fanon Pembedaan Ras dan Etnisitas dalamTeori Sosiologi
Posted on 27. Oct, 2008 by PUSPeK Averroes in DISKUSI
Bertolak dari paparan Fanon “Concerning Violence” dapat diketahui beberapa hal sebagai berikut. Pendekatan yang digunakan Fanon adalah mengungkapkan pengalaman subjektif manusia pada masa kolonisasi dan dekolonisasi yang antara lain mencakup: (1) Bagaimana kolonialisasi dan dekolonisasi dapat disebut sebagai fenomena kekerasan (2) bagaimana kaum penjajah mengkonstruksi identitas kaum pribumi dan dirinya sendiri, dan bagaimana kaum pribumi mengkonstruksi identitas sang penjajah dan dirinya sendiri, (3) bagaimana relasi sosial antara kaum penjajah dan pribumi; dan relasi antara intelektual pribumi/borjuasi nasional dengan pemerintah/borjuasi kolonial; (4) bagaimana kekerasan ditransformasikan dari kaum penjajah terhadap kaum yang dijajah dan dari ke level masyarakat ke individu. (more…)
Multikulturalisme dan Problem Kebudayaan di Era Global
Posted on 24. Sep, 2008 by PUSPeK Averroes in OPINI
Oleh M. Nurwahid Abdulloh*
A. Pendahuluan
Memasuki milenium ketiga, Indonesia sudah selayaknya mampu menjawab beragam tantangan dari ombak besar bernama globalisasi, yakni tantangan untuk terus berlari kencang dari ketertinggalan di pelbagai bidang, yang senyatanya tidak dapat dielakkan lagi. Globalisasi ini mendera hampir di seluruh aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, hingga praktik politik-ketatanegaraan. Manifestasi tantangan-tantangan tersebut antara lain beru¬pa munculnya gagasan tentang perdagangan bebas lin¬tas negara di seluruh dunia, di mana telah melepaskan prinsip-prinsip trading kuno yang ditandai oleh munculnya korporasi-korporasi multinasional, berafiliasinya beberapa negara dalam sebuah organisasi ekonomi regional demi penguatan posisi tawar dalam percaturan ekonomi global (Uni Eropa, misal¬nya), memupusnya sekat-sekat geografis-politis yang tegas (deteritorisasi) dalam praktik-praktik interaksi sosial karena kemutakhiran teknologi (lahirnya gadget canggih dan koneksi internet dengan tingkat kecepatan tinggi, sehingga memapankan industri media), homogenisasi rancangan arsitektur bercorak Barat pada kota-kota besar di seluruh dunia, hingga industri pariwisata global yang memiliki efek diffusi (persebaran) kebudayaan serta meningkatnya konsumsi pada tataran global dan lokal sebagaimana disinggung Friedman (1994) dalam bukunya Cultural Identity and Global Process. (more…)
