Pluralisme dan Dialog Antar Umat Beragama

Posted on 03. Aug, 2008 by PUSPeK Averroes in JURNAL BUDAYA

Oleh M. Zainuddin

Pluralisme Agama merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari adanya dan setiap Agama muncul dalam lingkungan yang plural. Jika pluralisme Agama tersebut tidak disikapi secara tepat maka akan menimbulkan problem dan konflik  antar umat berAgama, dan kenyataan ini telah terjadi pada Agama monotheis. Untuk mencari solusi konflik  antar umat berAgama perlu adanya pendekatan-pendekatan yang tepat. Bagaimanakah pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam upaya melerai konflik  antarumat beragama? (more…)

Frantz Fanon (1925-1961): “Violenceis a Cleansing Force”

Posted on 08. May, 2008 by PUSPeK Averroes in JURNAL BUDAYA, RAGAM

French psychiatrist and revolutionary writer, whose writings had profound influence on the radical movements in the 1960s in the United States and Europe. As a political thinker born in Martinique, Fanon’s views gained audience in the Caribbean islands along with Aimé Césaire, Edouard Glissant, C.L.R. James, and Eric Williams. Fanon rejected the concept of Négritude – a term first used by Césaire – and stated that persons’ status depends on their economical and social position. Fanon believed that violent revolution is the only means of ending colonial repression and cultural trauma in the Third World. “Violence,” he argued, “is a cleansing force. It frees the native from his inferiority complex and from his despair and inaction; it makes him fearless and restores his self-respect.” (more…)

Hari Raya Karo: Reuni Para Leluhur Tengger

Posted on 05. May, 2008 by PUSPeK Averroes in DISKUSI, JURNAL BUDAYA

GUNUNG Bromo merupakan tempat yang hingga kini menyimpan sejuta misteri. Kemisterian itu pula yang menyelimuti kebudayaan masyarakat yang tinggal di Bromo yang populer dikenal dengan masyarakat Tengger. Beberapa hari yang lalu, masyarakat Tengger ini baru saja menggelar ritual akbar tahunan yang disebut Hari Raya Karo. Selama lima belas hari penuh, yaitu tanggal 1-15 Desember warga Tengger terlibat dalam hajatan ini. Dalam penanggalan warga Tengger, hari itu bertepatan dengan Bulan Kasa. Dengan penuh khidmat acara demi acara dilalui dengan lancar, meski kadang tersapu oleh hujan deras dan terpaan hawa dingin.  (more…)

Hibriditas dan Menyoal Kearifan Lokal

Posted on 08. Mar, 2008 by PUSPeK Averroes in JURNAL BUDAYA

MOHAMMAD MAHPUR

— kita harus ingat bahwa kajian tentang manusia dalam masyarakat (seharusnya) didasarkan pada sejarah dan pengalaman manusia yang konkret, bukan pada abstraksi-abstraksi…hukum yang kabur, atau sistem yang sewenang-wenang—(Cahyadi, 2004)

 

Menyoal dinamika pan-IQ
Pertanyaan mendasar mengapa kearifan penting dalam kajian psikologi ? Terutama jika diskursus itu dikaitkan dengan dimensi kehidupan kini. Sternberg (2004), seorang pakar psikologi pendidikan menempatkan kearifan sebagai komponen penting yang harus diajarkan di sekolah karena pengalaman dunia yang bertumpu pada IQ tidak memberikan garansi munculnya hubungan antar-negara yang saling menopang kedamaian. Namun pengalaman itu telah menyertai perkembangan global dengan keragaman prahara, konflik dan peperangan. Kerunyaman perkembangan global itulah, Sternberg (2001) mengajukan sebuah gagasan ihwal perlu kiranya memikir ulang sinergi sekolah  dengan unsur kearifan. Ia menyatakan kalau ada semacam kesalahan dalam memprediksikan ketrampilan kognitif dengan melihat (mengukur) bahwa sumbangan IQ dari setiap analisis peristiwa global tidak cukup mampu menjelaskan konflik global yang hari ini meluas. Strenberg melihat secara paradoksal. Kalau di U.S dan negara lain IQ diyakini meningkat secara kasar 9 poin pergenerasi dalam 30 tahun, namun demikian apakah kenaikan itu betul menjawab hubungan antar-negara di dunia yang memiliki batas tipis dan skala yang semakin meluasnya dengan adanya konflik global ? Dengan demikian bukanlah sebuah keniscayaan jikalau peningkat IQ akan menjamin meningkatnya hubungan antar negara yang satu dengan yang lainnya secara lebih bijaksana.

(more…)