Sekolah Antropologi 2009, Studi Antropologi dan Metode Etnografi
Posted on 10. Dec, 2009 by PUSPeK Averroes in RAGAM
SEKOLAH ANTROPOLOGI 2009 HIMASIGI UB – PUSPeK AVERROES
A. LATAR BELAKANG
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mengambil fokus pada studi tentang manusia dan perilaku kebudayaannya. Sebagai disiplin baru yang muncul pada paruh kedua abad ke 20, antropologi menggelar studinya untuk menguak manusia berikut periaku social budayanya sejak awal mula muncul di muka bumi hingga pernik budaya manusia di masa kini. Karenanya, studi-studi antropologi sangat lekat dengan kerja-kerja riset terhadap situs-situs budaya dan penelitian berbasis riset lapang. Karena itulah kerja antroologi sering dilekatkan dengan riset-riset etnografi.
Etnografi sendiri sebenarnya adalah metode yang lahir dalam tradisi arkeologi. Etnografi awalnya berkutat pada riset yang menfokuskan diri pada pelacakan atas ”perilaku” kelompok-kelompok manusia yang yang hidup di masa silam berikut proses evolusinya. Riset etnografi pada perkembangan selanjutnya tidak hanya difungsikan pada upaya menelusuri masyarakat primitif namun juga –dah bahkan- lebih banyak mengambil studi lapang pada penguakan atas masyarakat dalam konteks kontemporer dengan melihat secara jeli atas cara berkebudayaan masyarakat modern di ruang-ruang sosial yang dinamis.
Perubahan paradigma studi kebudayaan yang awalnya bersifat etnis dan hanya meneliti situs-situs purbakala dan primitif menjadikan studi kebudayaan lebih memperluas cakupan sosiolohgisnya. Pendekatan Cultral Studies menjelaskan bahwa kebudayaan memiliki makna yang sangat luas dan aktual. Kebudayaan dimaknai sebagai ”seluruh cara kehidupan dari masyarakat berikut ruang persepsi, ruang pemaknaan, dan ruang pertarungan yang sangat berkaitan dengan studi tentang ideologi, representasi, dan proses reproduksi kebudayaan itu sendiri”. Dalam paradigma inilah maka studi antropologi dan metode etnografi menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di kalangan pegiat kajian budaya dan pengkaji sosiologi.
Antropologi memiliki arti penting bagi para intelektual dan aktivis dalam memahami realitas sosial kekinian dalam lanskap kebudayaan manusia. Mempelajari antropologi sama halnya dengan mempelajari posisi diri dalam persilangan kebudayaan dan sistem nilai yang ada disekitarnya. Dalam pemahaman inilah sebenarnya mempelajari antropologi sama halnya menisbatkan diri menjadi seorang peneliti atas dirinya sendiri dimana dia berpijak. Dengan demikian, menjadi seorang etnografer atau seorang antropog sebenarnya tidak harus melalui satu fase pendidikan formal yang ketat dan panjang. Ketika kita mengambil posisi sadar bahwa hidup adalah menjadi seorang yang selalu sadar dan ”membaca” realitas yang ada dan kritis dalam penelusuran atas realitas sekitar secara jeli dan kritis, maka siapapun bisa memulai hidup sebagai seorang peneliti atau antropolog.
Dengan pemahaman sederhana seperti itu maka, PUSPeK Averroes Malang bekerjasama dengan HIMASIGI Unibraw mengadakan satu pelatihan singkat bertajuk Sekolah Antropologi. Sekolah antropologi ini mungkin akan dianggap terlalu ambisius jika hendak melahirkan antropolog atau (apalagi) etnografer. Namun, ketika ada kesepahaman bersama bahwa, hidup harus dimulai menjadi seorang peneliti maka tanpa mengurangi keseriusan dalam merancang dan melaksanakan kegiatan ini, pelaksana kegiatan menempatkan Sekolah Antropologi sebagai media awal untuk belajar menjadi seorang peneliti kebudayaan. Karenanya proses pelatihan ini tidak hanya fokus di kegiatan 3 hari intensif, namun lebih dari itu berbagai kegiatan pasca pelatihan menjadi media yang lebih penting dan strategis dalam mengembangkan proses belajar menjadi seorang peneliti.
B. TUJUAN
1. Media pembelajaran kepada peserta tentang Antropologi budaya, Kajian Budaya dan riset-riset kebudayaan
2. Untuk mentransformasikan pentingnya menjadi intelektual/ aktivis yang memiliki kesadaran kritis atas hamparan realitas budaya
3. Memberikan pengalaman lapang kepada peserta berkenaan dengan riset sosial
4. Menumbuhkan semangat ”studi lapang” dalam mengembangkan kajian keilmuan.
C. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan pelatihan bertajuk “Sekolah Antropologi” ini dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 11-13 Desember 2009. Kegiatan Sekolah Antropologi ini rencananya akan dilakukan dengan model in-class dan out-class. Pembelajaran in-class dilakukan di ruang kuliah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya. Adapun kegiatan out-class dilaksanakan di lapangan sesuai tugas yang diberikan fasilitator
D. PESERTA
Peserta yang menjadi sasaran dari kegiatan ini berjumlah 15-20 orang yang berasal dari :
1. Mahasiswa yang melakukan studi mengenai sosiologi, antropologi, dan komunikasi.
2. Aktifis NGO’s yang concern terhadap kerja-kerja kebudayaan
3. Umum yang memiliki minat dalam kajian antropologi budaya
E. DESAIN PELATIHAN
Sekolah Kebudayaan 2009 ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni :
1. Pra Pelatihan
2. Seleksi
3. Pelaksanaan
4. Rencana Tindak Lanjut
1. Pra Pelatihan. Pra pelatihan dilakukan dengan pendalaman materi-materi antropologi melalui diskusi tentang :
- Antropologi Budaya
- Kajian Budaya
- Metode Penelitian Etnografi
Diskusi ini dilakukan 3 kali dengan topik di atas dengan mengambil tempat secara bergantian di sekertariat Himasigi Unibraw dan PUSPeK Averroes Malang
2. Seleksi
Seleksi dilakukan sejak tanggal 1 Desember 2009. Peserta diseleksi dengan ketentuan :
1. Usia antara 19-23 tahun
2. Menulisikan CV peserta
3. Melampirkan surat rekomendasi dari lembaga (organisasi kampus, kelompok kajian, forum diskusi, NGO’s)
4. Membuat tulisan sekurang-kurangnya 2 halaman A4 (spasi 1.5) yang bisa dipilih sebagai berikut :
a. Resensi buku-buku antropologi
b. Opini dengan topik Cultural Studies
c. Liputan bebas dengan gaya penulisan jurnalisme sastra
3. Kegiatan Pelatihan
a. Materi In-Class
- Pengantar Antropologi Budaya
- Kajian Budaya, Formasi Sosial, dan Ideologi
- Kajian Semiotik dalam Iklan
- Anak Muda, Life style, dan Seksualitas
- Metode Riset Sosial dan Penyusunan Riset Design
- Pengenalan Metode Etnografi
b. Studi lapang
- Bedah Iklan
- Pemetaan Situs
- Liputan Etnografi
4. RTL
a. Folow up pembentukan komunitas diskusi ”Kajian Budaya”
b. Latihan liputan dan riset etnografi
c. Pelatihan pengelolaan majalah kebudayaan on-line
Pendaftaran bisa dilakukan di HIMASIGI FIS Unibraw atau Averroes Community
Email : edhenk_malang@ yahoo.com


saya sedang dalam proses pengajuan penelitian etnografi. saya terlambat mengetahui pengumuman ini..
apakah ada kegiatan yang sama yang akan dilakukan tahun depan.
terimakasih